CHIP.co.id - Teknologi hard disk mendatang harus
lebih kompak, lebih murah, dan cepat daripada SSD berbasis Flash.
Saat ini SSD sedang
menjadi tren. Hard disk berbasis teknologi Flash memory ini mudah ditemukan di
berbagai perangkat keluaran baru, seperti iPad, smartphone, notebook, bahkan
PC.
Beberapa produsen PC telah mengganti storage hard disk magnetik menjadi SSD untuk alasan kecepatan. Padahal, awalnya teknologi Flash ini tidak dirancang untuk penyimpanan massal karena memoru semi konduktor ini terlalu lambat bekerja. RAM dan CPU PC bahkan dapat memproses data 20 kali lebih cepat dibandingkan proses baca dan tulis pada SSD berbasis Flash.
Beberapa produsen PC telah mengganti storage hard disk magnetik menjadi SSD untuk alasan kecepatan. Padahal, awalnya teknologi Flash ini tidak dirancang untuk penyimpanan massal karena memoru semi konduktor ini terlalu lambat bekerja. RAM dan CPU PC bahkan dapat memproses data 20 kali lebih cepat dibandingkan proses baca dan tulis pada SSD berbasis Flash.
Kini, banyak
perusahaan berkompetisi dalam mengembangkan teknologi pengganti SSD. Milyaran
dolar telah diinvestasikan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti IBM,
Toshiba, atau Fujitsu untuk mengembangkan teknologi penyimpan data supercepat.
Mereka telah memiliki sumber daya yang banyak untuk meneliti lusinan metoda
baru yang lebih cepat, lebih tahan banting, dan lebih hemat listrik daripada
SSD. Beberapa teknologi baru kini telah muncul sebagai pengganti SSD. Teknologi
seperti MRAM, FeRAM, PCM dan lainnya mulai disiapkan untuk dipasarkan paling
tidak di awal tahun 2013.
Pengganti Flash
memang sangat dibutuhkan karena pengembangan teknologi Flash telah mencapai
batas maksimal. Sel-selnya sulit diperkecil lagi untuk mencapai kapasitas
simpan yang lebih besar. Selain itu, usia pakai dan konsumsi listrik juga sulit
dioptimalkan lebih jauh lagi. Penyebabnya terletak pada cara kerja sel Flash
(lihat kanan atas). Pada dasarnya, sel Flash merupakan sebuah transistor dengan
tiga kontak di dalamnya, yaitu untuk sumber listrik, saluran kendali, dan
output. Saluran kendali memungkinkan arus listrik mengalir atau tidak, sesuai
dengan prinsip "1" (mengalir) atau "0" (tidak mengalir).
Sebenarnya, CPU dan RAM juga terdiri atas transistor. Namun, begitu komputer
dimatikan, data di dalamnya langsung hilang. Oleh karena itu, sel Flash
memiliki sebuah elemen lainnya, Floating Gate, yang dapat menyimpan muatan
listrik secara permanen dalam bentuk elektron.
Gate ini berisi
muatan dengan tegangan antara 10-20 Volt. Sel-selnya dibaca dengan arus
pengukur yang lemah. Apabila arus mengalir dari sumber ke output, gate dalam
kondisi tidak bermuatan dan sel memiliki nilai "1". Namun, jika arus
terputus, gate memiliki muatan dan nilainya "0".
Masalah utama storage
berbasis Flash adalah untuk proses tulis dan hapus memerlukan arus listrik yang
lebih kuat. Oleh karena itu, elemen Floating Gate (yang pada kenyataannya
"memegang" elektron dengan buruk) membutuhkan tambahan isolasi tebal
yang dapat dilalui elektron bertegangan tinggi. Namun, tegangan tinggi ini akan
memperpanjang waktu akses karena setiap kali harus dibangun. Hal ini tentunya
dapat memperpendek usia sel karena sebagian kecil dari lapisan isolator akan
hilang setiap kali muatan diisi atau dikosongkan.
Sel-sel Flash dalam
SSD biasa rata-rata hanya tahan 10.000 proses tulis dan setelah itu tidak dapat
digunakan lagi. Kepekaan sel Flash ini menuntut controller yang rumit dan
pintar untuk proses tulis yang canggih. Dengan terus berkembangnya teknologi
baru, kini lapisan isolasi bisa dibuat semakin tipis, tetapi dapat menambah
usia pakai.
SONOS Memory: Jebakan elektron untuk efisiensi
SONOS Memory: Jebakan elektron untuk efisiensi
Teknologi yang
dikembangkan oleh perusahaan seperti Philips dan Spansion ini mampu mengurangi
tegangan yang dibutuhkan sebanyak 50% dibanding teknologi Flash. Dengan begitu,
kemampuan sel meningkat hingga 10.000 lebih banyak untuk proses tulis dibanding
menggunakan teknologi Flash. Sel SONOS dibangun serupa Flash, tetapi elemen
Floating Gate-nya bukan dari silicium, tetapi dari silicium-nitrit yang
struktur molekularnya lebih merata dan dapat memegang elektron dengan lebih
stabil. Dengan demikian, isolasi bisa lebih tipis dan sederhana sehingga dapat
diproduksi dengan lebih kompak dan sederhana daripada Flash.
Sel SONOS juga hanya
membutuhkan tegangan 5-8 Volt untuk proses baca dan tulis sehingga mampu
menyediakan data lebih cepat dibanding Flash. SONOS dibangun secara
konvensional dan sudah jauh berkembang. Idenya sendiri berasal dari tahun 60-an
dan chip pertama dibuat tahun 70-an. Militer dan penerbangan luar angkasa telah
menggunakan sel SONOS dalam perangkat-perangkat yang tidak boleh peka terhadap
pancaran radioaktif. Untuk pasar massal, sampai saat ini miniaturisasi dan
produksi yang murah masih belum memadai. Namun, teknologi ini sudah siap sedia
jika Flash sudah tidak bisa berkembang lagi.
Klik Gambar untuk Lebih Jelas
Sel Flash dapat
mencapai 10.000 proses tulis. FeRAM drive didesain mampu bertahan hingga 10
miliar proses tulis. Angka ini sudah mendekati penggunaan
"unlimited". Para peneliti dari Ramtron, Fujitsu, dan Texas
Instruments sedang mengembangkan teknologi ini. Berbeda dengan Flash dan SONOS,
FeRAM (ferro-electrical RAM) mampu menyimpan informasi dengan cara menggeser
atom, sebuah sistem yang teoritis dapat diulang hampir tanpa batas. Prototipe
sel ini sudah ada sejak era 80-an. Saat ini, miniaturisasinya sudah mencapai
ukuran produksi 130 nm, masih belum setara dengan sel Flash yang berukuran 20
nm. Namun, ukuran ini sudah memadai untuk produk-produk TI yang ada saat ini.
Pada FeRAM, arus
melalui sebuah ferro-elektrikum. Dalam struktur material ini, arus tulis dapat
menggeser atom-atom ke atas atau ke bawah. Hal ini mengubah kemampuan
menghantarkan listrik material. Kelebihan FeRAM diantaranya adalah proses tulis
hanya membutuhkan tegangan rendah. Dengan demikian, konsumsi listrik dapat
berkurang hingga 50-25% dari semula. Kinerja tulis juga lebih baik dibanding
Flash. Proses polarisasi pada FeRAM sangat cepat sehingga siklus tulis 150 nanodetik
1 Bit dapat ditulis sekitar 67 kali lebih cepat daripada Flash yang membutuhkan
10 milidetik.
Modul dengan FeRAM
antara lain diproduksi Fujitsu dan Texas Instruments untuk micro-controller.
Saat ini, biaya simpan per Bit masih sangat mahal sehingga teknik ini baru
diaplikasikan pada elektronik perangkat kendali airbag atau dalam teknologi
kedokteran.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar